Laman

Kamis, 04 September 2014

AWANGGA : Anggota DPRD Kota Bandung Siap Gelar Rumah Aspirasi


Perkenalkan Nama saya Rendiana Awangga, Saya Biasa Dipanggil “Awang”. Saya Terlahir di Bandung pada Tanggal 20 Oktober 1984. Saya Cucu Dari H Basar DS, dan Putra Ke-Tiga Dari Ayah H. Deden Aten Sudarmawan dan Ibu Hj. Rina Surayani. Saya Lahir dan Besar di Jl. Raya Sindanglaya, Arcamanik sampai dengan saat ini. Saya telah menikah dengan dinni hendriani sejak 2012.

Dapat Kita saksikan sendiri di media massa cetak ataupun televisi bagaimana rusak’nya citra pemerintahan dan para wakil rakyat (anggota dewan) di mata msayrakat. Diperburuk dengan tidak terealisasi’nya janji politik para penguasa dan minimnya wadah komunikasi antara wakil dengan konstituennya menambah hancurnya kepercayaan masyarakat terhadap para pelaku politik.
Saya kemudian menyadari dan memahami pentingnya kami sebagai pemuda untuk aktif berkontribusi dalam politik di negeri ini, dimana Sejarah mencatat bahwa perubahan banyak dimulai dari gagasan dan gerakan para pemuda’nya. Pemuda dapat dikatakan merupakan cerminan masa depan suatu Bangsa. Saya kemudian bertekad untuk dapat memberikan kontribusi dan perubahan yang lebih baik bagi negeri ini.
Saat ini saya mempunyai kesempatan untuk melakukan hal itu, di Partai Nasdem dengan Tagline’nya GERAKAN PERUBAHAN, dengan Figur dan Tokohnya Yang Pro Perubahan menarik hati dan minat saya untuk ikut bergabung dalam partai ini dan memperjuangkan kebaikan dan maslahat bagi masyarakat. Saya diberikan kesempatan oleh partai Nasdem untuk menjadi Wakil Rakyat di DPRD TK II Kota Bandung di Dapil 4 (Antapani, Arcamanik, Mandalajati, Ujung Berung, Cinambo, Panyileukan, Cibiru), dimana Saya diberikan No Urut 7. Alhamdulillah, Saya mempunyai kesempatan untuk dapat berkontibusi dengan aktif memberikan kebaikan dan manfaat bagi para warga yang akan saya wakili.

Inilah yang akan menjadi prioritas utama saya : MEMPERBAIKI KOMUNIKASI ANTARA WARGA DAN WAKILNYA dengan Membangun RUMAH ASPIRASI dimana warga dapat menyampaikan aspirasi ataupun kesulitannya di wilayahnya di Rumah Aspirasi tersebut dan untuk kemudian dapat mengetahui kelanjutan dan tindak lanjut dari aspirasi yang telah mereka sampaikan. Hal itu akan membuat saya sebagai wakil rakyat akan mendapatkan dan memahami pesan dan aspirasi tetntang hal-hal yang benar2 dibutuhkan oleh masyarakat dengan data2 konkrit yang saya kumpulkan di lapangan langsung dari warga yang merasakannya. Sehingga apa yang akan saya perjuangkan adalah betul-betul aspirasi yang muncul dari kebutuhan nyata masyarakat.



Saya seperti kebanyakan pemuda lainnya sebelumnya tidak mengerti dan tidak paham, dan lebih condong kepada tidak mau tahu urusan politik. Sampai kemudian saya menyadari bahwa peduli atau tidak peduli, mengerti atau tidak mengerti, Politik akan selalu ada dalam setiap segi kehidupan saya. Karena saya memahami, pada dasarnya politik adalah tempat dimana aturan dirancang, dibentuk dan ditetapkan oleh orang yang berkuasa dalam politik, yang pada akhirnya Ketika Suatu aturan dilahirkan dan diterapkan di masyarakat, maka mau atau tidak mau, suka atau tidak suka hal itu akan berimbas pada kehidupan kita. Hal itu membuat saya berpikir bagaimana apabila aturan itu diciptakan hanya untuk kepentingan pribadi ataupun hanya untuk keuntungan kelompok tertentu? Tentunya hal itu jelas akan merugikan masyarakat.